Polres Pasaman Amankan Tiga Orang Tersangka Kasus Pencurian

syafrianto, 09 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN -- Polres Pasaman berhasil mengungkap dua kasus pencurian dengan tiga tersangka di dua kecamatan yang berbeda. Dalam pengungkapan tersebut, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan tiga tersangka beserta barang bukti lainnya.

"Ya benar, dalam minggu ini jajaran Polres Pasaman berhasil mengamankan RA (20) dan RS(16) keduanya merupakan warga Hulu Layang Jorong Titian Batu Nagari Silayang Kecamatan Mapattunggul Selatan Kabupaten Pasaman. Selanjutnya, tersangka AK (17) warga Padang Gantiang Jorong Pasar Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman," ujar Kapolres Pasaman AKBP Hendri Yahya pada press release di Aula Mapolres Pasaman, Rabu (9/10).

Kata Hendri Yahya, dua kasus pencurian yang berhasil diungkap itu yang pertama adalah, kasus pencurian di dalam rumah milik Habibunnajar pada, Sabtu (5/10) sekira pukul 01.00 Wib yang beralamat di Hulu Layang Jorong Titian Batu Nagari Silayang Kecamatan Mapattunggul Selatan. Saat itu, rumah sedang kosong karena pemiliknya sedang keluar kota. 

"Karena melihat rumah korban dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya, maka dua tersangka RA (20) dan RS (16) ini masuk kerumah korban dengan cara mencongkel pintu rumah korbannya. Di dalam rumah tersebut, tersangka berhasil mengambil uang korban yang disimpan dalam laci sebesar Rp1.700.000 dengan beberapa uang pecahan. Selain itu, mereka juga mengambil 4 bungkus rokok dengan berbagai merk," katanya.

Hendri Yahya mengatakan, peristiwa itu semula diketahui oleh tetangga korban. Mendapati rumah Habibunnajar dimasuki orang tak dikenal akhirnya tetangganya melaporkan peristiwa itu kepada warga setempat. 

"Dari penuturan kedua tersangka RA (20) dan RS (16) uang tersebut belum sempat dibelanjakan. Karena takut, uang itu mereka simpan terlebih dahulu. Rencana uang itu akan mereka gunakan untuk foya-doya dan belanja," ujar Kapolres Pasaman.

Mendapat laporan rumahnya dimasuki orang, akhirnya pada, Minggu (6/10) korban melaporkan peristiwa itu ke SPKT Mapattunggul.

"Setelah mendapat laporan, akhirnya anggota kita langsung turun ke TKP melakukan gelar perkara. Dari hasil penyidikan penyidik dilapangan ditambah keterangan saksi-saksi maka kedua tersangka pada, Selasa (8/10) akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Opsnal Sat Reskrim Pasaman di kediamannya Kauman Nagari Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan," terangnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 3 hingga 5 tahun kurungan penjara.

Selanjutnya kata Kapolres, kasus yang kedua yang berhasil diungkap juga kasus pencurian hand phone dengan pemberatan. Tersangka yang diamankan adalah, AK (17) warga Padang Gantiang Jorong Pasar Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

Katanya, peristiwa tersebut terjadi pada, Jum'at (4/10) sekira pukul 20.00 Wib di dalam rumah/bengkel milik Edi yang beralamat di Padang Gantiang Jorong Pasar Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari. 

"Saat itu, anak Edi bernama Rehan kehilangan 1 unit handphone merek OPPO F1 S. Karena kehilangan, keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tigo Nagari pada, Jum'at (4/10) malam tersebut," kata dia.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Anggota Reskrim Polsek Tigo Nagari, di dapat informasi bahwa handphone milik korban berada di bawan Kabupaten Agam. Anggota pun langsung berangkat ke bawan, sesampainya di bawan anggota Satreskrim Polsek berhasil mengamankan handphone tersebut dari seseorang pembeli yang bernama IK. 

"Dari pengakuan IK, dia membeli handphone itu dari seorang laki-laki bernama DK yang beralamat di Padang Gantiang seharga Rp520 ribu rupiah. Mengetahui hal tersebut, Kasat Reskrim bersama Kanit Reskrim Polsek Tigo Nagari dan anggota langsung menuju rumah tersangka dan melakukan penangkapan pada, Selasa (8/10) kemarin," ujar Hendri.

Dalam kasus tersebut, tersangka diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 3 hingga 5 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Lazuardi menambahkan bahwa, dalam kasus pencurian di dua kecamatan tersebut, untuk tersangka RS (16) yang melakukan pencurian di dalam rumah tersebut ancaman hukumannya lebih dari 7 tahun. Maka terhadap tersangka yang masih dibawah umur ini penanganannya hukumnya sesuai dengan Undang-undang ABH (anak berhadapan dengan hukum).

"Karena ancaman diatas 7 tahun kasusnya tetap lanjut, namun penahanannya selama 15 hari saja. Untuk penahanan pertama selama 7 hari, kemudian diperpanjang 8 hari," ujarnya.

Selanjutnya, untuk kasus yang di Padang Gantiang Kecamatan Tigo Nagari, tersangkanya juga anak dibawah umur. "Namun, karena ancamannya 4 tahun, Penanganannya hukumnya juga sesuai dengan Undang-undang ABH (anak berhadapan dengan hukum). Maka tersangka AK (17) ini akan menjalani diversi," tukasnya. 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami