Keberadaan SPBU Non Subsidi di Desa Gorontalo Manggarai Barat Ancam Kenyamanan Wisatawan

indonesiasatu, 19 Feb 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

LABUAN BAJO - Andreas Da Gomez selaku pemilik hotel Labele dan Samuel Ruben pemilik hotel Mbaru Dami Boutique Hotel menjelaskan bahwa keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 5B.865.01 non subsidi yang berada di kawasan pemukiman penduduk, dan hotel di Desa Gorontalo Kecamatan komodo Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat buruk terhadap investasi di daerah super destinasi pariwisata premium Labuan Bajo.

Lantaran menurut ke-dua pemilik hotel itu, uap yang dihasilkan dari bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) sangat berbahaya dan mengganggu aktifitas wisatawan dan masyarakat yang ada disekitar lokasi SPBU tersebut.

"Dampak paling buruk dari keberadaan SPBU non subsidi ini yakni, persis berada di samping hotel yang tentu sangat mengganggu kenyamanan wisatawan terutama pada saat jam pengisian BBM selain itu, Hiruk pikuk berbagai jenis kendaraan ditambah bau BBM itu mrmbuat para wisatawan tidak betah tinggal beberapa hari di hotel kami''ungkap Andreas pemilik hotel Labele.

Dilokasi yang sama, Samuel Ruben yang turut mengkhawatirkan keberlangsungan Hotel Mbaru Dami Boutique miliknya yang di bangun persis berbatasan dengan tembok belakang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum non subsidi itu mengungkapkan kekhawatiran serta ancaman yang akan merusak usaha yang baru Ia rintis bersama salah satu rekan investor.

"Jadi, SPBU itu kan biasanya bongkar muat, dalam bongkar muat itu uapnya itu bisa jatuh hingga 100 meter. Karena dia bergerak melalui udara," kata Samuel kepada media ini, Selasa (18/2) Siang.

Kemudian lanjut  Dia, pengayaan bahan bakar yang sudah ditambahkan dengan zat adiktif agar kadar oktan dari BBM itu bisa sampai 92 hingga 98 persen. Karena itu menurutnya, jika zat tersebut tercampur dengan air di dekat hotel milik Andre dan hotel yang sedang ia bangun, maka, hal tersebut sangat berefek terhadap kesehatan wisatawan yang menginap di tempat itu.

"Kami minta pemerintah untuk serius perhatikan hal ini,bila perlu minta ahli kesehatan lingkungan untuk lakukan analisis dampak dari kesehatan lingkungan terutama kenyamanan masyarakat sekitar dan wisatawan", tutur Samuel.

Dikatakannya, selain menbawa pengaruh buruk terhadap kesehatan  lingkungan dan kenyamanan wisatawan pemerintah daerah juga perlu untuk mempertimbangkan ini sebagai dasar untuk tidak menberikan ijin operasi terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum non subsidi itu.

"Harapan saya, agar Ijin Prinsip Lokasi serta Andalalin yang sudah diterbitkan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat terhadap SPBU itu juga bisa ditinjau ulang sebab Andre sebagai pemilik hotel Labele yang lebih dahulu membangun di lokasi itu saja tidak pernah di libatkan dalam proses penerbitan seperti IPL yang sudah dikantongi pihak SPBU", Ujar Samuel

 Lebih jauh kata Samuel, jika ingin membangun SPBU hendaknya dibangun di daerah yang jauh dari areal hotel yang langsung berdampak buruk terhadap citra pariwisata di Manggarai Barat ini. (Louis Mindjo)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami